Just another WordPress.com weblog

5 CARA MENGURANGI DEPRESI

Ketika kehidupan dan ekonomi terasa menjadi semakin sulit bagi banyak orang di seluruh dunia, semakin banyak orang yang menderita karena depresi. Semakin diri kita fokus pada berbagai kejadian negatif yang mempengaruhi keadaan kehidupan dan ekonomi tersebut, makin kita merasakan depresi.
Apapun bentuknya, kita dapat merasa bahwa faktor diataslah penyebab dari depresi yang kita rasakan. Berikut ini, ada 5 (lima) cara yang memungkinkan kita mengurangi depresi kita dengan cukup efektif.

1. Kurangi membaca surat kabar

Surat kabar seringkali menampilkan berbagai cerita negatif dari waktu ke waktu. Bahkan dalam keadaan yang sedang damai sekalipun, surat kabar mampu menemukan berbagai hal buruk yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, serta menempatkan opini negatif sebagai tampilan utama, dalam rangka mempromosikan berita pada para pembacanya. Cerita-cerita yang didalamnya terdapat perang, kematian, kehancuran, kerusakan, kejahatan, dan keputus-asaan dalam berbagai hal.

Kurangilah membaca surat kabar, atau minimal hindari membaca berita-berita yang memberi masukan negatif pada otak kita. Bebaskan pikiran kita dari berbagai data-data negatif, yang pada akhirnya hanya membawa berbagai perasaan negatif pada diri kita sendiri.

2. Kurangi menonton Televisi

Menonton tayangan televise tentang berbagai berita negative, baik tentang ekonomi dan berbagai hal mengenai kejahatan, mampu meningkatkan kadar depresi pada diri kita. Kenyataannya, biasanya saat kita menonton berita-berita tersebut, kita merasakan ketidakberdayaan. Sebuah perasaan tidak berdaya yang memungkinkan depresi mulai berkembang di dalam diri kita.

Kalaupun kita benar-benar harus menonton tayangan seperti ini, berjanjilah pada diri sendiri bahwa kita hanya fokus pada tujuan kita, pada berbagai hal yang ingin kita raih dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Salah satu cara kita dapat menghilangkan berbagai input negatif dalam pikiran kita adalah menentukan fokus kita pada masa depan. Suatu hal yang pasti, bahwa kita menyadari suatu saat di masa depan, bahwa banyak berita-berita negative yang kita tonton tersebut bukanlah hal yang menarik untuk menjadi perhatian.

Ketika ada teman, kenalan, atau siapapun datang ke tempat tinggal kita, pastikan bahwa kita mematikan televisi kita. Berita-berita di televisi dapat mengganggu perhatian dari tamu kita, karena isi pemberitaan yang berkisah seputar perang, kematian, kerusakan, dan berbagai hal yang menakutkan secara emosi lainnya. Scroll text yang bergerak di bawah tayangan televisi mampu mempengaruhi perhatian kita dan tertahan di dalam pikiran bawah sadar kita. Tayangan televisi yang negatif mampu mengganggu semangat positif yang kita miliki.

3. Katakan hal yang baik tentang Orang lain

Ada kata-kata bijak yang berbunyi “jika kita tidak dapat mengatakan hal yang baik tentang seseorang, maka jangan katakan apapun”. Bagaimanapun, ketika kita menemukan diri kita sendiri dalam sebuah percakapan dan seorang kenalan kita mengatakan “ingat si A?”, “dia seorang pemabuk lho..”, katakan “ya A memang seorang pemabuk dan dia adalah salah seorang yang paling dermawan yang saya pernah kenal”.

Hubungkan kalimat negatif dari lawan di depan kita tentang si A dengan hal yang positif tentang A. Buatlah diri kita mampu untuk menemukan hal positif dalam diri dan kalimat tiap orang dan buat semua pikiran negatif di dalam pikiran kita hanya sebatas wacana yang tidak berlanjut.. dengan itu, berarti kita tidak membiarkan depresi menguasai kehidupan kita.

4. Berlatihlah secara Fisik

Biasanya, semakin bertumbuhnya usia, dimana rata-rata sejalan dengan tingkat kedewasaan dari umur kita, kita lupa untuk bergerak, berlatih, dan berolahraga, apalagi ketika kita mengalami depresi. Pastikan bahwa kita berlatih setiap hari, sehingga kita memberikan suplai oksigen lebih banyak ke sel-sel otak kita. Hasil dari berlatih fisik akan meningkatkan kesehatan dan perilaku (attitude) kita.

Dengan makin sehatnya tubuh kita, semakin tercukupinya suplai oksigen pada seluruh tubuh kita, khususnya pada otak, makin mampu kita untuk berpikir dan bertindak lebih kreatif, lebih cepat, dan lebih terfokus pada apa yang menjadi tujuan kita di masa depan.

5. Bernafaslah dalam dan relaks

Berlatihlah untuk bernafas yang tepat untuk merelakskan tubuh dan pikiran kita. Bernafaslah dalam dan relaks. Berikan 3 menit dalam tiap jam untuk “liburan singkat” secara mental.
Kita dapat menerapkan latihan ini ketika kita sedang berdiri di antrian belanja di supermarket atau ketika kita sedang mendengarkan pembicaraan di telepon. Kita dapat melakukan latihan ini di rumah dan di tempat kerja kita.

Ambil tiga nafas panjang dan relaks. Ketika kita menarik nafas, berkonsentrasilah pada pikiran yang menenangkan. Kita bisa berpikir tentang berbagai hal yang menenangkan, seperti membayangkan daerah pengunungan, di pinggir pantai, atau tempat yang paling kita anggap nyaman di kamar atau rumah kita.

Ketika kita melepas nafas, fokuslah untuk melepas semua tekanan keluar dari paru-paru kita, lepas bersama udara yang kita hembuskan.

Fokuslah pada bayangan positif dalam kehidupan kita. Fokuslah pada gelak tawa, cinta, semangat, dan harapan-harapan dalam hidup kita.

Tetap bernafas dengan pola seperti ini sampai kita merasa lebih nyaman. Jika kita melakukan latihan ini sesering mungkin, kita akan menyadari berbagai perubahan yang luar biasa dalam penampilan dan berbagai aspek di dalam kehidupan kita.

Jadi, kurangi depresi kita sekarang! Nikmati kehidupan keluarga kita, teman-teman kita, dan kehidupan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s